CaHyOo EiMi
Powered By Blogger

menyapa

Dialog me


'hi guyzzz'

Cari Blog Ini

Jumat, 19 November 2010

agama PAI


Pendahuluan

A. Latar belakang

            Setiap bangsa mempunyai pandangan hidup, entah hal itu disadari atau tidak. Pandangan hidup yang dimiliki suatu bangsa itu khas dan mempengaruhi bagaimana prilaku dan budaya bangsa yang bersangkutan. Semangat kerja pun dipengaruhi oleh pandangan hidup sehingga dalam kajian tentang suatu masyarakat dikenal istilah etos kerja, yaitu semangat kerja yang menjadi ciri khas dan keyakinan seorang atau suatu kelompok.

          Demikian pula dengan Islam yang mempunyai ajaran tertentu. Pandangan Islam atau pemeluknya tentang hubungan manusia dengan Tuhan juga mempengaruhi etos kerja orang yang bersangkutan. Orang yang berpandangan bahwa Allah menentukan nasib semua manusia dan manusia tidak diberi kekuasaan untuk mengubahnya tentu akan mengakibatkan tingkat etos kerjanya rendah. Sebaliknya, orang yang berpandangan bahwa Allah memberi kebebasan manusia untuk mengubah nasibnya sendiri tentu akan mengakibatkan etos kerja yang tinggi.

B. Maksud dan Tujuan
Maksud dari penyusunan makalah ini adalah sebagai tugas Mata Agama Islam. Yang juga sekaligus sebagai bahan diskusi bersama dalam proses pembelajaran.
Tujuan dalam penyusunan makalah ini yaitu untuk membantu para mahasiswa kedepan agar dapat dijadikan sebagai pengetahuan dan masukkan tentang bagaimana, apa pengertian, serta faktor-faktor yang menunjukkan perilaku etos kerja
C. Permasalahan
Dalam makalah ini akan dibahas beberapa permasalahan mengenai Etos Kerja:
1. Apa pengertian Etos Kerja ?
2. Faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku etos kerja?

A. Pengertian Etos Kerja

Etos kerja ialah suatu sikap jiwa seseorang untuk melaksanakan suatu pekerjaan dengan perhatian yang penuh. Maka pekerjaaan itu akan terlaksana dengan sempurna walaupun banyak kendala yang harus diatasi, baik karena motivasi kebutuhan atau karena tanggungjawab yang tinggi.
B. Sikap Kerja Keras
Sikap kerja keras dan berusaha untuk mengubah nasib, rajin, dan sungguh-sungguh dalam melakukan pekerjaan merupakan anjuran dan kewajiban bagi insan yang beragama Islam. Agama merupakan motivasi dan sumber gerak serta dinamika dalam mewujudkan etos kerja. Islam menyuruh manusia untuk bekerja dan mengubah nasibnya sendiri. Manusia wajib berusaha dan berikhtiar untuk mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan masing-masing. Memang hanya manusia yang mau berusaha, bekerja keras, dan sungguh-sungguh yang akan meraih prestasi, baik kesuksesan hidup di dunia maupun di akhirat. Ada beberapa sikap mental yang mencerminkan sikap ini antara lain:
1. Proaktif, yaitu sikap yang ingin mengubah lingkungan, mengubah keadaan yang ada, atau membuat suasana lebih kondusif. Sebagaimana firman Allah dalam Surat Ar Ra’ad ayat 11 berbunyi:
Artinya:”Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”
2. Memulai suatu pekerjaan dengan setelah sempurna dalam pikiran.
Kegiatan seperti ini kegiatan yang mengacu kepada visi, misi dan tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan tersebut. Hal ini menggambarkan bahwa pekerjaan tersebut tergantung niat masing-masing. Usaha itu akan dipengaruhi kesungguhan mengerjakan dan niatnya sesuai denga Firman Allah dalam Al Qur’an yang berbunyi sebagai berikut.
Artinya: ”Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.”(Q.S. AnNajm:39)
Dengan keterangan ayat diatas maka jelaslah bahwa manusia mempunyai keharusan untuk berusaha dan mampu mengubah kondisi sendiri dari kemunduran dan keterbelakangan untuk menuju kepada kemajuan. Suatu prestasi kerja dan keberuntungan tidak dapat diraih dengan mudah oleh seseorang, melainkan melalui usaha dan kerja keras yang dibarengi idealisme dan optimisme yang tinggi. Bekerja keras bagi manusia merupakan keharusan dan panggilan hidup manusia. Jika kita berusaha dengan baik serta diiringi dengan hati yang ikhlas karena Allah maka hal itu termasuk ibadah dan perbuatan yang berpahala.
3. Selesai mengerjakan suatu pekerjaan beralihlah kepada yang lain
Kita harus selalu mengatur waktu untuk mengerjakan pekerjaan sehingga tidak ada waktu yang terbuang, membuat nilai waktu itu maksimal, baik untuk urusan dunia ataupun akhirat. Karena waktu itu laksana pedang apabila kita tidak menggunakannya ia akan memotong kita tanpa menunggu, waktu tak pernah berhenti. Sesuai Firman Allah dalam surat Al-Insyirah ayat 6 dan 7 berbunyi:
Artinya: Maka apabila telah menyelesaikan suatu urusan, kerjakanlah urusan yang lain, dan kepada Tuhanmu gemar dan berharaplah! ( Al-Insyiroh ayat 7-8 )
4. Mewujudkan Sinergi, saling bekerjasama mencapai tujuan.
Kejelekan yang terorganisir bisa mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir. Itu rahasia mengapa Rasulullah mendidik umat untuk selalu berjamaah dalam sholat. Kerjaaan yang berat bila digotong bersama-sama akan menjadi ringan, pekerjaan yang susah akan menjadi mudah.
5. Sibuk memperbaiki diri sendiri, tidak memiliki waktu untuk mencela orang lain.
Dalam Islam setiap perbuatan manusia mempunyai nilai positif bagi kehidupan manusia. Karena itu setiap muslim tatkala melakukan kegiatan, harus ada nilai tambah yang bermanfaat, baik bagi dirinya ataupun orang lain. Inilah yang dinamakan amal shaleh. Ratusan kali Al Qur’an mengulang-ulang kalimat amal shaleh, hal ini menunjukkan betapa kerja keras mendapatkan perhatian yang sangat penting bagi kehidupan setiap muslim.
    Al-Qur’an menggambarkan bahwa manusia memiliki peran besar yang dapat membawa kebangkitan dan keruntuhan jalannya sejarah. Peran penting ini didasari karena manusia memiliki unsur-unsur yang menyatu luar dan dalam sehingga perubahan sejarah dan kehidupan manusia sendiri berada dipundaknya. Unsur luar adalah jasmani dan bentuk lahiriah, sedangkan unsur dalam adalah perpaduan antara pandangan hidup, tekad, kehendaknya. Meskipun kedua unsur itu harus sama mendapat pembinaan, namun Al Qur’an menekankan bahwa unsur dalam harus dapat perhatian lebih. Allah Berfirman sebagai berikut :
Artinya: ” Sesungguhnya Allah tidak akan merobah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah apa yang terdapat dalam diri mereka” ( Q.S. Ar. Ra’ad ayat 11)
Berdasarkan ayat ini, keberhasilan atau kegagalan tergantung pandangan hidup yang dimilikinya. Ada yang terbatas, sempit dan sementara namun ada juga yang luas dan jauh kedepan. Bagi muslim diajarkan untuk memiliki pandangan hidup yang mendunia dan berwawasan keakhiratan.

B. Produktivitas Kerja
Manusia sebagai insan individual dan sosial selalu mempunyai keinginan untuk meningkatkan kemajuan serta taraf hidupnya. Kebutuhan-kebutuhan hidupnya selalu ingin terpenuhi dengan berbagai macam cara. Supaya keinginan tersebut tercapai dengan baik, Allah memerintahkan kepada mahkluk-Nya agar berusaha dan berkarya supaya mendapatkan rezeki yang halal dan tayyibah (baik) sebagaimana diisyaratkan dalam firman-Nya yang berbunyi sebagai berikut.
Artinya: ”Apabila telah ditunaikan salat, maka bertebaranlah kamudi muka bumi, dan carilah karunia Allah (rezeki) dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung. ” (Q.S. Al Jumu’ah:10) Dalam ayat lain Allah menjelaskan: Artinya: ”Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan) kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. ” (Q.S. Al Insyirah :7) Kedua ayat tersebut mengingatkan kepada kita bahwa ibadah itu bukan hanya shalat saja, tetapi bekerja mencari nafkah atau rezeki itu pun termasuk ibadah jika dilakukan dengan ikhlas dan hanya mencari keridaan Allah semata. Kemudian, kita harus rajin dan sungguh-sungguh dalam bekerja.
Dalam ayat tersebut juga tersirat dengan jelas bahwa kita tidak boleh kosong dari kegiatan. Kita harus aktif karena pekerjaan yang kita lakukan harus bervariasi agar kejenuhan tidak hinggap pada diri kita. Itulah sebabnya Allah mengingatkan kita agar kita rajin dan sungguh-sungguh serta berusaha untuk maju sesuai dengan kemampuan kita sebagaimana sabda Rasulullah Saw. berikut ini.
Artinya: ”Abu Hurairah ra berkata, bersabda Rasulullah Saw: Biarkanlah aku,selama aku membiarkan dalam kebebasanmu, maka sesungguhnya yang menyebabkan kebinasaan umat yang sebelummu dahulu, karena kebanyakan pertanyaan mereka dan menyalahi pada para nabi-nabi mereka. Maka apabila aku mencegah kamu sesuatu tinggalkanlah perkara itu. Dan jika aku perintahkan suatu perintah, kerjakanlah sekuat tenagamu.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Hadis tersebut memperjelas keharusan untuk rajin dan sungguh-sungguh dalam mekakukan suatu kegiatan atau pekerjaan sesuai dengan kemampuan sehingga pekerjaan itu memiliki nilai produktivitas yang tinggi. Bukan saja yang melakukan pekerjaan itu yang untung, tetapi keuntungan tersebut. Keuntungan yang diraih seseorang itu ada bagian bagi orang lain. Apakah itu keuntungan dari bertani atau berdagang, dan sebagainya, seperti dengan zakat dan infak.
Kerja produktif adalah kerja yang menghasilkan nilai tambah. Produktifitas kerja berkaitan dengan hasil yang lebih besar ketimbang sumber daya yang ada. Jika banyak orang senaga tenaga kerja, tetapi sedikit hasil maka yang demikian disebut tidak produktif. Semangat dalam bekerja adalah modal utama dalam produktifitas. Semangat dalam bekerja harus menjadi ciri khas(etos) setiap muslim karena dewasa ini umat Islam berada pada keterbelakangan. Tanpa etos kerja yang tinggi sulit sekali dicapai produktifitas dalam bekerja.

C. Memacu Perubahan Sosial untuk Kemajuan
Banyak orang mengatakan bahwa di dunia penuh kebaikan, tetapi tidak ada biji jagung yang berisi bisa diperoleh oleh manusia tanpa bersusah payah terlebih dahulu untuk menanamnya. Janganlah kita bermimpi hari ini akan memetik padi, jika hari kemaren kita tidak pernah menanamnya.
Kemudian ada baiknya kita perhatikan kata-kata hikmah berikut ini. ” Kebaikan hari ini ditentukan oleh kebaikan hari kemaren, dan kebaikan hari esok ditentukan oleh kebaikan hari ini,”Dengan demikian, kita sebagai insan sosial senantiasa memacu diri dan memanfaatkan waktu dengan pekerjaan dan perbuatan yang beermanfaat, guna mempersiapkan hari esok yang lebih baik dan cerah.
Firman Allah SWT
Artinya:” Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang beriman dan beramal saleh dan saling menasehati supaya mentaati kebenaran dan saling menasehati supaya menepati kebenaran.” (Q.S. Al-Asyr:1-3)
Umat Islam ketinggalan dalam banyak bidang, terutama dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi, menjadikan tertinggal dalam bidang ekonomi. Ketertinggalan tersebut sebenarnya disebabkan oleh dua faktor. Pertama, faktor eksternal atau faktor luar, seperti penjajahan dengan segala bentuknya dan juga faktor ekologi. Kedua, faktor internal, faktor yang besar pengaruhnya, seperti kebudayaan, yaitu nilai-nilai, norma, keyakinan, dan pengetahuan umat Islam yang masih terbelakang. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu dilakukan pembaharuan atau pembangunan yang mencakup mental spritual serta material. Pembangunan inilah yang mendorong atau memacu perubahan masyarakat(sosial) menuju kemajuan atau modren. Indonesia dewasa ini sedang giat-giatnya membangun. Pembangunan itu pada gilirannya akan memacu umat Islam karena sebagian besar bangsa ini umat Islam.

D. Faktor-faktor  Pendukung Etos Kerja
            Etos tidak timbul begitu saja pada seseorang, tetapi ada faktor-faktor tertentu yang mendukungnya. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut :
1. Kesiapan
2. Kesungguhan
3. Ketulusan
4. Kepercayaan
5. Ketenangan
6. Keramahan
7. Kesederhanaan
           
RANGKUNGAN
  1. Memiliki etos kerja dan semangat bekerja keras merupakan ajaran agama. Agama merupakan motivasi dan sumber gerak yang dinamis untuk mencapai suatu kemajuan. Agama melarang pemeluknya malas, boros, berlebihan dan sikap hedonisme ( berfoya-foya). Oleh sebab itu, umat yang beragama hendaknya selalu bekerja keras, selalu ingin maju, dinamis dan produktif.
  2. Manusia sebagai insan invidual dituntut beribadah kepada Allah dan beramal saleh. Beribadah dan beramal saleh hendaknya dilandasi dengan keikhlasan dan hanya mengharapkan rida Allah semata. Disamping itu , kita diperintah untuk mencari rezeki dan kurnia Allah. Kurni Allah dan rezeki tersebut, akan dapat diraih dengan baik, jika kita bekerja keras. Bekerja keras melahirkan produktifitas, baik pada tingkat individual, sosial dan sebagainya.
  3. Manusia sebagai insan sosial hendaknya memperkuat kelompok dan memperkukuh persaudaraan serta kekompakan di antara anggota sosial tersebut. Dengan demikian, prestasi kerja dan kemajuan akan lebih mudah didapat jika dilakukan bersama-sama dengan modal kekompakan dalam suatu ikatan sosial.

Kesimpulan
1. Etos kerja ialah suatu sikap jiwa seseorang untuk melaksanakan suatu pekerjaan dengan perhatian yang penuh.
2.
Penutup

            Penyusun mengakui bahwa dalam pembuatan makalah ini masih terdapat kelemahan dan kekurangan yang semestinya perlu ditambah dan diperbaiki. Uraian dan contoh yang diambil masih sangat kurang. Oleh sebab itu, segala masukan yang bersifat positif sangat penyusun harapkan demi kesempurnaan makalah ini dimasa yang akan datang. Harapan penyusun semoga inti dari permasalahan yang kita bahas ini dapat dipraktikkan dikehidupan sosial.



Rabu, 10 November 2010

koma

tidak memiliki tujuan lebih menakutkan dari pada tidak mencapai tujuan-anonim-

gw mengetahui kata-kata itu dari buku lks ade gw..
kata-kata yg membuat gw kelimpungan..
entahlah..
gw bertanya berulang-ulang pada diri gw sendiri,apa tujuan gw??
bahkan sampai sekarang gw belum menemukan jawabannya..
apa ini berarti gw begitu menakutkan..
gw berusaha bersikap apa adanya..
gw ga mengharapkan apapun..
dan masalahnya dimulai dari situ
tujuan ya?hemm..seperti impian dari sekedar mimpi tapi akan jadi kenyataan.
mungkin arti kata gw dg tdk ada tujuan adalah seseorang yang cukup dengan bgini saja.
seseorng yg merasa puas apa yg terjadi.
itu tdk seperti takdir tapi itu jalan lurus yg membawanya ke nasib.
karena setiap hal yang dilakukan'a telah disyukuri'a.
tidak ada kamus perubahan untuk orang seperti itu.
sedangkan gw..
gw masih memburu'a
gw tidak menunggu tp gw sedang mencari'a..
gw ga tw kpn?tp,suatu saat nanti gw engga kn jd menakutkan'a seperti ini.
modal gw saat ini adalah percaya

Minggu, 07 November 2010

yang datang dan yang pergi

gw merasa sendiri.
entalah sejak kapan tp saat gw jatuh,engga ada yang membantu gw berdiri atau seperti disaat gw menangis, ga akn ada yg memberi gw tissu.
berdiri tegak sendiri..apa gw bisa?
gw bertanya pd diri sendiri,karena gw ragu.
gw menyadari di manapun tempat'a,ga da yg pernah menganggap gw seperti layaknya teman.
teman?kata yg asing ditelinga gw.
ada disaat suka dan duka itulah teman.
tanpa perlu alasan untuk percaya itulah teman karena stiap hal yg dilakukan'a punya tujuan yg baik.
singkat kata,saling percaya itulah yang nama'a teman.
gw ga mengharapkan teman yg cantik,pintar,kaya,baik,atau yg bisa dimaanfaatkan.
gw ga butuh itu semua,
jk gw punya teman sekalipun seorg pembunuh,ga akn menjd masalah bwt gw.
gw akan mengajak dan membantu dy menjadi yg lbh baik bukan mlakukan yg baik untuknya.
gw memang pernah dimanfaatkn atas nama teman.
gw memang pernah dikhianati atas nama teman.
gw memang pernah menangis dan tertawa atas nama teman.
dan gw pernah ditinggal sendirian atas nama teman.
tp gw belum pernah bgini sakit'a atas nama teman.
knp hrs bgytu pahit'a?
pernah ada setipis harapan,
ada'a seorg yg berkunjung ke hidup gw lalu mengetuk pintu hati gw dan berkata 'saya akan tinggal dihidupmu untuk selamanya dan menemanimu dalam suka dan duka di setiap waktu agar kau menyadari bahwa kau tidak akan pernah sendirian di dunia ini.'
ya..mungkin ga berlebihan seperti itu,pasti ada saat'a semua orang butuh kesendirian.
tp kurang lebih gw menginginkan stipis harapan seperti itu.
sekarang,gw bahkan ragu untuk memilih siapa yang dapat dipercaya.
gw ga pernah dipinta untuk percaya.
gw bosen mengatakan'a selalu.
mengeluh seakan pilihan tidak selalu ada.
gw..cukup bgini aja.
tidak ada yang pernah mendengarkan gw.
bahkan jika hanya untuk menjelaskannya saja.
jadi apa lagi yang harus diharapkan.
gw ga bilang klo bgini akn baik-baik saja.
tapi gw baik-baik saja meski atau walau ini satu-satu'a kesempatan

Sabtu, 06 November 2010

masalah'a

pilihan yg tdk bisa dipilih..
akhir'a akan membuat diri qt ndiri ragu,
rasa bimbang dapat menentukkan pilihan yang salah..
Tp aku tdk ragu,,Knp aq mendapat pilihan yang salah?
atau hnya,mungkin saja aku masih berjalan & blm menentukkan pilihan?
Kadang,qt tdk percaya pada pendapat & keputusan qt ndiri..membuat qt merasa bahwa qt tdk mampu memilih & menganggap itu bkn pilihan.
Pilihan yg salah,menimbulkan kekecewaan & ke tdk percaya diri ndiri dlm bertindak..
apa itu yg menjdkan aq bgini?apa ku terlalu banyak pilihan ,,pilihan yg tdk sesuai tuk ku..atau,ku hanya terlalu berlebihan..?
Aku msh bingung..
bingung akan tindak tanduk sgala'a,,sgala'a yg sdh & yg blm kuhadapi..Tp,Harus kulewati.
Tidakkah ku sperti sedang lari dari jln ku,
Seakan aku yang ingin tersesat..'V_V'

catatan sekolah

U bilang gw gyTu..
Gw ga mO ladEnin u..
Gw udh blajar tUk tdk mMbuAt Masalah sEpele dg penekanan..
Gw yg bgyNi, tdk akn truz brD diposisi yg sm..
Tdk akn brjLn,bErlari n ngos2An ditmPt yg sm..
Bkn krn mMbosankn..
Krn stiap gw buaT suAtU kesalahan,
gw tdk kn pRnh mengulang ksalahn itU tuK kdua kali'a..
Blajar..
Ya bgyTuLAh.
Gw bknlah tamu yg kn minta ke waitErs 'mkn ati',
atau gw bkn seorg pasien yg kn minta obAt patah hati pd asissten apoteker ato jg seorg pengusaha yg mbeli saham kepercAyAan kpd karyAwan gw ndiri..
Gw seseorg yg brusaha memahami keaDaAn..
Masalah dpt dibdkn maCam,waktU,tempat atopun jenis'a..
Smua masalah tdk dpt diselesaikn dg cr yg sm..
Krn keadaAn'a berbda-bda..
Gw ga kn mNangis lg kpd org yg sama..
Sm sPerti hal'a tdk jTh dilubAng yg sm..
Krn itU smua ksalahan yg sm..
Dn itU pun dg cAt yg gw tangIsi a/ org yg salah di mata gw..
TerSerah didpn ato diblakang,u ngeluh pa tnTng gw,
gw ga kn mMkirkn itU,
ini masalah logIka..
Jk gw msh da wkt mEnangisi ketepurukn gw,knp gw ga pke waktU itU tUk ngisi gmN cr gw ngubAh ktUpurukn ini..
Sperti itu lah perandaian'a..
Krn ini gw,,
seorg ce yg msh ingin blajar memahami itU..
Walo dibilang brUsaha mengerti..
Tp paling tdk,gw lakukn itU bkn dmi siapapun hnya tUk pRibAdi gw yg gw inginkn..
Walo da kjLkn dlm diri gw,,
gw ktKn skLi lg kLo gw lakukn itU smua tUk diri ndiri..
Gw kn mMbri alasan yg lain,yg kn mMperburuk keadaAn gw

choose

Smua itU dtng b'samaAn..
Yg mN rz gw piliH?
Ckp bwt kLimpungan mM..
SeaNdai'a tdk da yg rz dikorbAnKn..
Smua tdk akn sesulit ini..
yg mN rz gw Lepaskn?
Ktika gw mlepaskn,pa gw udh cobA mNahan'a..?
Mungkin ini yg nM'a impian..
Gw diHrzkn mLwn diri ndiri..
Dan justRu itUlah musuh gw yg paliNg sulit..
Ini mM bkn antara hdp n mati..
Ini a/ langkah yg akn gw injak slanjuT'a..
SaAt ini mM jLn gw becek..
Entah kpn,
gw akn dijLn yg indah..
Gw akn mLangkah dg mantap..
Meski skrng gw msh ragu..
Wlo terkadang gw sk ngeliat jejak gw..
Gw tw pasti,
smakin bnyk jLn beCekan yg gw lewatin,
bnyk jg pengalaman yg akn gw dapati..

Cinta,perSaHaBatan dan kepercAyAn,
sulit dipisahkn..
Tp qt akn slalu tw yg mN yg paling penting..
BgyTu jg impian,
da bnyk piliHan fatamOrgana bAgi gw,
wlo smua'a da didpn mata..
tp tTp hnya da satu impian yg nyata..

Smua itU yg dtng berSamaAn..
Ga perlu hrz da yg gw korbAnkn,
trkadang gw mM hrz mNahan'a,
tp,da wkt dmN gw musti mlepaskn'a..
Dan saaT gw mlepaskn'a,
pasti gw udh mrelakan'a..
Dan disitU tdk akn pRnh da pengorbAnaN..

Inilah jLn gw

memetik dialog film II

In heE berkata"knp kw ga suka sm aku,padahal aku lbh pinter dan mempunyai koNeksi drmNpun tUk membAntU mu mendpt kn yg kw inginkn?"
ji ho menjawaB"aku bkn mencAri partner bisnis tp mencAri partner hidup"


L berSeru "sbrP berbAkat'a diri u,u ga kn pRnh bs mengusai dunia sendirian"

memetik dialog film

Prof:impian bkn tUk dibAngGakn tp tUk b'perang melawan diri sendiri

Yg buat cerita ini makin gokil a/
mrk punya impian menguasai dunia dg robot2 buatan pRofEsor..itU bAgai bkn impian tp mimpi..:ahaha:>

TK yg puTus asa berkata:aku sdh mlepaskan'a
shinwo dg kesal'a b'kt pd TK:kw bisa bilang melepaskan'a jika kw sdh pernah mencoba tuk menahan'a


jane:kami hanya bercAnda sir xXx
sir XxX lalu b'kt: mengHibur diri sendiri,dg merusak repuTasi org lain,itU hrG yg mahal jane.